Cheer Up, Friends! :)

Story: Fanfic Angel Beats!
Sunday, February 26 | 26 response(s)

Alert! Fanfic abal~  
-----------
*Normal POV*
Tachibana Kanade, merupakan seorang (?) tenshi yang mempunyai tugas untuk menjaga kedamaian dan ketentraman  di  Afterlife World. Oleh karena itu, ia sering menghentikan konser Girls Dead Monster. Dan ternyata, dia mempunyai alasan lain! Apakah itu? Kita nge-flashback yook~


Saat Perekrutan Anggota Gldemo..
Bisa dilihat diruangan ini terdapat tiga orang perempuan sedang duduk duduk kalem sambil memerhatikan seorang anak yang sedang melantukan tiao-tiap baris syair yang terangkai dengan indah-suaranya sangat oh so my bangedh-  sampai akhirnya…

“Keluar!!!” teriak Hisako. Anak yang tadinya sedang mengeluarkan suaranya yang  bak malaikat (?) refleks, langsung keluar dari ruangan tersebut. Ga perlu ditanya lagi alesannya. Bayangin aja. Kalian lagi enak-enaknya nyanyi dan berharap eksis, tiba-tiba diteriakan dengan nada yang super sakratis. Kabur kan? Ga juga sih tapi.

“ Jeez.. kenapa ga ada anak yang sesuai dengan keinginan kita sih?!” gerutu Hisako frustasi. “Iya ya,” respon Irie singkat. Dia menundukkan kepalanya, pertanda kalau dia juga sama frustasi dengan Hisako-hanya cara pelampiasannya berbeda-. Melihat kedua temannya yang tiba-tiba kaya kucing disirem air, Iwasawa pun akhirnya mengeluarkan suara yang sedari tadi ditahan dimulutnya rapat rapat. “Kalian berdua harus lebih sabar menunggunya. Aku yakin, orang itu-orang yang kita inginkan-, pasti akan datang,” kata Iwasawa dengan tidak melepaskan gaya cool-nya. Ya, cool diluar, sweet di dalam. Aih~

Grek.. Pintu mengalihkan duniaku. Ehm, maksudnya dunia Irie dan Hisako. Melupakan kekaguman mereka tentang kata-kata bijak yang diucapkan Iwasawa. Singkatnya, Iwasawa kalah sama pintu. Aih, ga sweet lagi.
“DIAKAH ORANGNYA?!” batin Hisako dan Irie sambil menunjukkan matanya yang berbinar-binar. “Silakan masuk,” perintah Iwasawa sambil tersenyum. Antara senyum manis atau senyum dendam. Entahlah. Gadis-yang membuka pintu- itu pun masuk, dan tampaklah tubuhnya dari ujung kaki sampai kepala. Tubuhnya tidak tinggi tapi tidak bisa dibilang pendek. Rambutnya yang panjang tergerai berwarna putih tertimpa sinar matahari sore yang indah. Matanya bulat besar dan mimik mukanya selalu terlihat tenang. Sempurna.

“Siapa namamu?” Tanya Irie sambil berusaha menyembunyikan mukanya yang mencurigakan *dibacok Irie*. “Tachibana Kanade,” jawab anak itu singkat. “Wahh.. namanya cocok sekali dengan dunia musik~ Apa kelebihanmu?” Tanya Hisako yang bermaksud kode. Emang di SSS ada istilah 'kode'? “Aku.. bisa bermain Piano,” jawabnya.

“Piano?!” batin Hisako dan Irie shock. Kata-kata Kanade barusan seperti petir yang muncul di siang bolong. Selanjutnya, dua makhluk absurd itu bercakap-cakap di dunia pikiran yang hanya bisa diterjemahkan oleh mereka berdua (?).  Hisako mulai lebih dulu.
“Aahh.. Piano.. mana mungkin cocok dengan band rock seperti kita..” 
“Ta.. tapi masih ada harapan! Kita belum tahu seperti apa permainan piano-nya!”

Eem.. jadi seperti yang kita ketahui, Gldemo itu band yang genrenya agak rock-rock gitu. Nah, gimana jadinya kalo dicampur piano? Wuih.. Badai salju dah. Ditambah lagi dengan perawakan Kanade yang kalem-kalem unyu. Apa bisa? Hei, kali ini kalian berdua akan belajar tentang 'don't judge book from itscover'. Lihat sa-

ting.. ting ting.. ting..
Suara dentingan piano yang super duper mellow pun mulai menggema di ruangan itu, membuat Hisako dan Irie tersenyum. Ya, tapi ada yang janggal. Kedua pipi mereka menggembung. Yang artinya-
“HAHAHAHA! LO MAU MASUK KE BAND KITA DENGAN MEMAINKAN LAGU NYE-LOW BEGITU?! GA AKAN BISA! KELUAR LO!!”
- amukan Hisako akan segera berkumandang. Oke, kali ini kita akan belajar tentang 'must judge book from it's cover'. Ngablu abis.

Kanade sempat terkejut, tapi yah emang dasarnya emotionless (?) jadi dia kembali tenang dan mengikuti perintah -atau lebih baik disebut usiran- dari gadis berambut coklat tersebut.

Blam.
.
.
"Hahhhh.." yang bisa terdengar sekarang adalah helaan napas yang panjang. “Iwasawa.. aku sekarang bener-bener ga yakin bakal ada anak yang seperti kita inginkan,” tutur Irie sambil menundukkan kepalanya. “Sudah kubilang kita hanya perlu bersabar saja,” jawab Iwasawa sambil menutup matanya. Yah, sebenernya dia juga panik disko. Tapi, untuk menjaga imagenya dari para fanboy-fanboynya, dia tetep stay cool. Dijamin fans Iwasawa langsung turun abis baca kalimat itu.

Berbeda dengan tadi, Hisako malah membalasnya dengan dengusan singkat. “Ya tapi lo juga ngomong gitu pas pertama kali! Kalo misalnya ga ada yang-“ BLETAK! Kata-kata Hisako terputus karena dirinya menerima tendangan super di bagian ubun-ubunnya dari seseorang tidak dikenal! Dan mari kita tengok siapa yang melakukan hal kejam (?) ini kepada Hisako~

“Yo! Gue Shiroi Sekine! Salam kenal!” seru bocah cewek berambut kuning yang tepat berada di belakang Hisako. Tanpa ditanya-tanya lagi, sudah pasti dia pelakunya. “Se.. Sekine?” tanya Irie terkejut. “Hoii, Iriee~~ aku sengaja mau masuk kesini supaya bisa sama kamu~~” kata Sekine sambil memeluk Irie. Di pojok ruangan, Hisako -yang-tadinya-mau-marah- langsung melakukan headbang dengan dinding terdekat.

“Jadi.. kau bisa main apa?” Tanya Iwasawa stay cool. “Bass tentunya!” jawab Sekine sambil membentuk kedua jarinya menjadi Peace. "Orang kaya lo bisa maen bass? Eowhh.. Ga yakin gue," sindir Iwasawa sambil mengibaskan tangannya di depan wajah nyolotnya.Hisako dan Irie yang melihatnya udah sweatdrop sendiri. Maksudnya berdua. Iwasawa yang coolnya ga bisa ditandingin sekalipun sama gedung pencakar langit berubah jadi bak cewek-cewek ababil nan centil diluar sana? Dunia memang sudah terbalik. Dijamin fans Iwasawa makin berkurang.

“Baiklah.. tunjukkan kemampuanmu!” perintah Hisako. Sekine tersenyum dan mengeluarkan bass yang dari tadi dia bawa dan--
"HEY YOU! HEY YOU! OWYEAAAHH!!!" 

“Rock abis! Keren Banget! Lo diterima!” kata Hisako sambil menjabat tangan Sekine.  “Mohon kerjasamanya,” kata Sekine sambil tersenyum lebar.
-----
Tiga hari kemudian, di Koridor..
“Tachibana Kanade,” panggil kepala sekolah. “Iya?” tanggap Kanade sambil melihat ke arah kepala sekolah. “Begini.. apakah kau bisa menjadi ketua OSIS di sekolah ini?” tanya kepala sekolah to the point.  “Uuhh.. gue males banget.. “ batin Kanade. “Maaf, tapi sepertinya saya tidak bisa,” tolak Kanade belaga sopan *ditendang Kanade*. “Bapak mohon maulah.. Hanya kau yang cocok dengan image ini karena-entah kenapa- semua siswa disini mau menurutimu! Belum lama ini, terbentuk sebuah Band yang akan tambah mengacaukan sekolah ini!” bujuk kepala sekolah (a/n:ko maksa ya?). Sontak, Mata Kanade terbelalak.

“Band? Maksudnya Girls Dead Monster?” tanya Kanade polos. Tambahin sok didepan polos. “Iyalahh.. mana ada lagi,” jawab kepala Sekolah. Bisa dilihat sekarang mata Kanade mengeluarkan cahaya-tepatnya-cahaya-hitam-. “Tunggu! Ini kesempatan gue buat bales dendam karena mereka nolak gue! Mana ditambah dimarah-marahin juga sama si Hisako! Setiap konsernya, gue bakal gangguin mereka!” Batin Kanade sambil evil grin-ralat- SANGAT evil!

“Ta.. Tachibana?” panggil Kepala Sekolah sambil mundur kebelakang karena melihat mimik Kanade yang berbeda dari sebelumnya. Kanade pun akhirnya tersadar dari dunianya dan mulai memasang tampang sok alim-nya kembali~. “Aa.. ng.. Iya! Saya mau! Terima kasih!”  kata Kanade sambil menjabat tangan kepala sekolah lalu kabur. Disamping senang karena telah menemukan Ketua OSIS yang baru, entah kenapa kepala sekolah juga cengo melihat tingkah menakutkan gadis pendek tersebut. “Yes! Girls Dead Monster.. lo bakal gue gangguin!” gumam Kanade sambil menyeringai.
---------------------------------------------
---------------------------------------------
Selesai! Gimana fanfic-nya? Abal yaa?? Maklumin lah.. baru pertama kali bikin~~ Ceritanya masih ada yang ga mateng, terus banyak character yang OOC *out of character* pula --".

Labels: , , ,


Stranger. Special. Stratch.